Friday, 3 February 2017

SEJARAH OLAHRAGA PENCAK SILAT DI INDONESIA



SEJARAH OLAHRAGA PENCAK SILAT DI INDONESIA


 Hasil gambar untuk gambar olahraga pencak silat

1   1. Zaman Prasejarah
Pada zaman prasejarah di Indonesia, telah diciptakan cara membela diri sesuai dengan situasi dan kondisi sekitarnya. Orang yang hidup di dekat hutan-hutan mempunyai cara membela diri yang khas untuk menghadapi binatang yang buas yang ada di hutan. Bahkan mereka juga menciptakan bela diri dengan meniru gerakan binatang tersebut, misalnya meniru hewan harimau, ular, burung.
Orang-orang yang hidup di pegunungan biasa berdiri, bergerak, berjalan dengan langkah kedudukan kaki yang kuat untuk menjaga agar tidak mudah jatuh selama bergerak di tanah yang tidak rata. Biasanya mnciptakan bela diri yang mempunyai cirri khas kuda-kuda yang kokoh tidak hanya bergerak. Sedangkan gerakan tangan lebih lincah, banyak ragamnya dan ampuh daya gunanya.
Penduduk yang hidup di daerah berawa, tanah datar, padang rumput biasa berjalan bergegas, lari. Sehingga gerakan kakinya menjadi lincah. Mereka menciptakan bela diri yang lebih banyak memanfaatkan kaki sebagai alat bela diri. Akhirnya setiap daerah mempunyai bela diri yang khas dan berbeda dengan daerah lainnya., sehingga timbullah aliran bela diri beraneka ragam. Pertemuan antara penduduk daerah yang satu dengan yang lainnya menyababkan terjadinya tukar mrnukar ilmu bela diri, sehingga dapat meningkatkan mutu bela diri di setiap daerah.

2. Perkembangan Pencak Silat pada Zaman Penjajahan
Pada zaman penjajahan pencak silat dipelajari dan dipergunakan baik oleh punggawa kerajaan, kesultanan, maupun para pehuang, pahlawan yang berusaha melawan penjajah. Di kalangan para pejuang, pencak silat diajarkan secara rahasia, sembunyi-sembunyi, karena kalau diketahui oleh penjajah akan dilarang. Kaum penjajah khawatir bila kemahiran pencak silat tersebut akhirnya digunakan untuk melawan mereka. Kekhawatiran mereka memang beralasan, karena hamper semua pahlawan bangsa seperti Tjik di Tiro, Imam bonjol, Fatahillah, Diponegoro, dan lain-lain adalah pendekar silat.
Perguruan-perguruan pencak silat tumbuh tanpa diketahhui para penjajah, bahkan sebagian menjadi semacam perkumpulan rahasia. Pencak silat dipelajari pula oleh kaum gerakan politik termasuk beberapa organisasi kepanduan nasional. Secara diam-diam prguruan-perguruan tersebut pencak silat berhasil memupuk kekuatan kelompok-kelompok yang siap melawan penjajah sewaktu-waktu. Kaum pergerakan yang ditangkap oleh penjajah dan dibuang, secara diam-diam pula, menyebarkan ilmu pencak silat tersebut di tempat pembuangan. Pasukan Pembela Tanah Air yang telah dikenal dengan nama PETA, juga mempelajari pencak silat dengan tekun.
Politik Jepang terhadap bangsa yang diduduki berlainan dengan politik Belanda. Pencak silat sebagai ilmu bela diri nasional, didorong dan dikembangkan untuk kepentingan Jepang sendiri, dengan mengobarkan pertahanan bersama menghadapi sekutu. Dimana-mana, karena anjuran Shimitzu diadakan pemusatan tenaga aliran pencak silat di seluruh Jawa, serentak didirikan gerakan pencak silat yang diatur oleh pemerintah di Jakarta, pada waktu itu tidak diciptakan oleh para Pembina pencak silat suatuolahraga berdasarkan pencak silat yang diusulkan untuk dipakai sebagai gerakan olahraga pada setiap pagi di sekolah-sekolah.
Akan tetapi usul itu ditolak oleh Shimitzu, karena khawatir akan mendesak Tahayo Jepang. Sekalipun Jepang memberikan kesempatan kepada kita untuk menghidupkan unsure-unsur warisan kebesaran kita, tujuannya adalah untuk mempergunakan semangat yang diduga akan berkobar lagi untuk kepentingan Jepang, bukan untuk kepentingan nasional kita. Namun haruslah kita akui bahwa keuntungan yang kita dapatkan dari zaman itu, kita mulai insyaf lagi akan keharusan berusaha mengembalikan ilmu pencak silat dari masyarakat.
Walaupun di masa penjajahan Belanda, pencak silat tidak diberikan kesempatan untuk berkembang, tetapi masih banyak para pemuda yang mempelajari dan mendalami melalui guru-guru dan pendekar pencak silat, atau secara turun-temurun di lingkungan keluarga. Jiwa dan semangat kebangkitan nasional, semenjak Budi Utomo didirikan mencari unsur-unsur warisan budaya yang dapat dikembangkan sebagai identitas nasional, para pelajar pada tahun duapuluhan atau bsebelumnya mendalami pencak silat, ternyata di masa kemerdekaan telah terbentuklah wadah nasional pencak silat Indonesia, pada tahun 1948.

3. Perkembangan Pencak Silat pada Zaman Kemerdekaan
Kemahiran ilmu bela diri pencak silat yang dipupuk terus-menerus oleh bangsa Indonesia, akhirnya digunakan untuk melawan penjajah secara gerilya ada zaman perang kemerdekaan. Perguruan-perguruan pencak silat pada waktu perang, sibuk sekali mendidik, menggembleng tentara dan rakyat. Pesantren-pesantren disamping mengajarkan agama, juga meningkatkan pendidkan bela diri pencak silat. Perang fisik di Surabaya melawan Sekutu, pada bulan November tahun 1945, banyak menampilkan pejuang yang gagah berani.; Hasil didikan pencak silat dari pondok Tebu Ireng Gontor dan Jamsaren.
Pondok pesantren dan perguruan-perguruan pencak silat tersebut bukan hanya mengajarkan bela diri pencak silat saja melainkan juga mengisi jiwa ara calon pejuang dengan semangat juang patriotisme yang berkobar-kobar. Semangat juang demikianlah yang membuat mereka tak mempunyai rasa takut sedikiypun dalam melawan penjajah tentara sekutu yang mempunyai persenjataan yang lebih lengkap dan canggih, sehingga akhirnya bangsa Indonesia dapat berhasil memenangkan perang kemerdekaan secara gemilang.
Setelah Proklamasi kemerdekaan pada tahun 1945, Belanda melancarkan dua kali agresi untuk menguasai kembali Indonesia. Pencak silat kembali dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kemahiran putra-putri Indonesia guna menghadapi perang terhadap Belanda. Para pemimpin bangsa Indonesia, dan para pendekar silat waktu itu, menyadari bahwa pengajaran pencak silat berhasil memupuk semangat juang dan menggalang persaudaraan yang erat.
Pada awal kemerdekaan kita, Belanda berhasil memecah belah bangsa Indonesia dalam kelompok-kelompok kesukuan dengan dibentuknya Negara-negara bagian. Bahkan kemudian terjadi pemberontakan politik PKI di Madiun, dan Darul Islam atau DI/TII. Kemahiran pencak silat bangsa Indonesia, digunakan kembali untuk menumpas pemberontakan. Bahkan untuk menumpas DI/TII, digunakan cara pagar betis, yaitu pengepungan pemberontak oleh tentara bersama dengan rakyat yang telah diajarkan kemahiran bela diri pencak silat.

4. Sejarah Perkembangan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI)
Menjelang Pekan Olahraga Nasional yang pertama di Solo, para pendekar pencak silat berkumpul untuk membentuk organisasi pencak silat. Pada tanggal 18 Mei 1948, dibentuklah organisasi Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSSI), yang kemudian menjadi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Persatuan para pendekar dalam organisasi IPSI tersebut dimaksudkan untuk menggalang kembali semangat juang bangsa Indonesia, yang sangat diperlukan dalam pembangunan. Yang lebih penting, pencak silat dengan rasa persaudaraannya dapat memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang pada saat itu sedang terpecah belah.
IPSI berdiri pada tahun 1973 dengan dipimpin oleh Mr. Wongsonegoro, Mariyun Sudirohadiprodjo, dan Rachmad Surenogoro. Banyak regenerasi yang dilakukan oleh IPSI dan seminar yang salah satunya dilaksanakan di Tugu Bogor pad tahun 1973.
Program olahraga bela diri pencak silat dtingkatkan dengan dilaksanakan program pertandingan olahraga pencak silat, dan dimasukkan dalam acara Pekan Olahrag Nasional (PON). Dengan seringnya kegiatan pertandingan olahraga pencak silat dtingkat-tingkat daerah maupun nasional, tersusun kembali kekuatan-kekuatan pencak silat yang selanjutnya membutuhkan program pembinaan yang terarah. Usaha-usaha pemerintah untuk menangani pencak silat akan lebih mendorong masyarakat untuk ikut melestarikan penak silat.
Pada beberapa tahun terakhir pencak silat memasuki kawasan internasional, baik dari perkembangan pencak silat di negara-negara Eropa dan Amerika, maupun hubungan silaturahmi dengan bangsa serumpun di kawasan Asia Tenggara.
Pada tahun 1980 terbentuklah Persekutuan Pencak Silat antar Bangsa (PERSILAT) yang didukung oleh Negara-negara Asean, ialah Indonesia, Malaysia, Singapura. Tanggal 1 Januari 1983 diadakan pertemuan di Singapura.
Pada bulan Juli 1985, PERSILAT memutuskan dan menetapkan peraturan-peraturan di bidang olahraga pencak silat meliputi :
1. Peraturan pertandinagn olahraga pencak silat.
2. Peraturan penyelenggaraan pertandingan olahraga pencak silat.
3. Pedoman teknik dan taktik pertandingan olahraga pencak silat.
4. Pedoman pelaksanaan tugas wasit dan juri olahraga pencak silat.
5. Pedoman kesehatan pertandingan olahraga pencak silat.
6. Ketentuan tentang peralatan dan kelengkapan pertandingan olahraga pencak silat, (PERSILAT, 1985).
Sumber: http://sportsciencecommunity.blogspot.co.id/2008/06/sejarah-pencak-silat-dan.html
 http://sportsciencecommunity.blogspot.co.id/2008/06/sejarah-pencak-silat-dan.htmlhttps://www.google.com/search?q=gambar+olahraga+pencak+silat&client=firefox-b-ab&tbm=isch&imgil=s7PzLthgKx2y4M%253A%253BwTztHq8wKvao5M%253Bhttp%25253A%25252F%25252Fazulzulfikar.blogspot.com%25252Fp%25252Fpencak-silat.html&source=iu&pf=m&fir=s7PzLthgKx2y4M%253A%252CwTztHq8wKvao5M%252C_&usg=__85zpziHJKle9ZjUfr7OwtL8WEes%3D&biw=1366&bih=667&ved=0ahUKEwjm2rrx9_LRAhVLq48KHVihAe0QyjcINA&ei=cvKTWObZCsvWvgTYwoboDg#imgrc=s7PzLthgKx2y4M:
               

WARNA DAN KARAKTERISTIK AURA

Warna dan Karakteristik aura


 Setiap manusia mempunyai aura sendiri-sendiri, baik itu aura positif maupun aura negatif. disini akan digambarkan beberapa karakteristik warna aura. semoga bermanfaat.
PELANGI
Warna aura pelangi adalah warna lengkap dan terbaik di seluruh dunia. Contoh orang-orang terkenal yang memiliki warna pelangi adalah William Shakepeare dan George Washington. Aura pelangi memiliki ribuan karakter, namun juga sangat peka terhadap ketidakseimbangan dan kekusaman. Karakter pelangi : kecerdasan, keprihatinan pada soal kemanusiaan, pengetahuan berdasarkan intuisi, kejujuran, kemurahan hati, optimisme, dan aktualisasi diri. Aura ini banyak dimiliki oleh seniman.
KUNINGWarna kuning ada pada aura orang-orang yang sangat cerdas, mudah bergaul, dan dapat diandalkan. Warna aura ini bisa dilihat pada pemimpin dan aktivis sosial yang hebat.

BIRUGradasi warna ini menunjukkan keluwesan,keseimbangan, ketenangan, dan optimisme. Orang-orang yang sangat murung dan memiliki kecenderungan bunuh diri mempunyai aura berwarna biru gelap (feeling blue).
HIJAU
Para profesional kesehatan; dokter, perawat, psikolog klinis & konseling, psikiater, penyembuh cenayang, dan pekerja sosial umumnya aura yang dimiliki berwarna hijau cerah.

MERAH MUDA
Warna merah muda sering ditemukan pada aura orang-orang berusia lanjut (di atas 100 tahun). Warna ini mencerminkan kemudaan, peremajaan kembali (rejuvenation). Juga warna aura ini ditemukan pada orang yang murah hati, yang telah mencapai puncak sukses. Pandangan politik mereka moderat, dn cenderung minat pada pelestarian sejarah dan kesenian.

COKELAT
Warna aura cokelat pada orang yang memiliki minat yang kuat, pribadi yang praktis, mantap, dan mandiri. Ahli geologi, ekologi, arkeologi, pertamanan, dan pekerja konstruksi hampir selalu mempunyai aura warna coklat. Orang yang memiliki cukup warna cokelat pada auranya biasanya berminat pada kegiatan “outbound”, “hiking”, ski, berburu, mendaki gunung. Generasi X yang sukses cenderung aura cokelat dan mereka cenderung mengungkapkan ketidapuasan dengan hal-hal rutin karier dan kehidupan di pinggiran kota. Mereka sangat sadar pada kesehatan, artinya mereka akan menyempatkan diri untuk olahraga. Kaum ini pandai bergaul dan ramah, tetapi menghargai privasi dan menjaga jarak (alias jaim). Pengusaha yang sukses dan jutawan hasil keringat sendiri pasti wilayah aura cokelatnya luas. Pimpinan perusahaan dengan aura cokelat : tegas, praktis dan mandiri, meski pun punya anak buah yang handal dan penasihat ulung, si “cokelat” ini merupakan pembuat keputusan yang yakin akan diri sendiri, tegas, dan mahir, dan terampil. Mereka cepat bertindak selagi situasinya bagus. Tapi ingat! Cokelat akan kusam auranya kalau merokok.

UNGU
Warna ini masuk dalam aura abstrak, jarang ditemukan. Biasanya ada pada orang-orang dengan minat falsafah dan abstrak, mereka memiliki kreatifitas dan artistik, tapi mementingkan intuisi dibanding pendapat para pakar. Mereka mudah kaya materi, kecerdasannya rata-rata, dan memiliki keterampilan verbal yang unggul. Warna ungu didominasi oleh para pendeta, filsuf, dan teoritikus.

ORANYE
Warna ini biasanya ditemukan pada peraih sukses yang sejati. Mereka mandiri dan menyukai persaingan, tapi memilki keterampilan yang menakjubkan dalam politik dan penjualan. Suka menutupi kelemahannya, kendati suka menghargai hubungan interaksi sosial yang positif, mereka cenderung extrovert, dan sulit membina hubungan untuk waktu jangka panjang. Warna oranye hilang dalam auranya, ini dikaitkan dengan ketidaksabaran, egois, rendahnya teoleransi terhadap kekecewaan, dan emosional.


ABU-ABU
Disebut warna pemberi isyarat. Abu-abu dikaitkan dengan isyarat akan datangnya penyakit, permusuhan, dan maut apabila warna itu muncul di sepanjang aura. Orang dengan organ yang tidak berfungsi, muncul warna abu-abu di wilayah itu.


MERAH
Merah seringkali dikaitkan dengan perilaku yang menuruti emosi yang kuat, termasuk amarah yang meledak-ledak. Misalnya perasaan sedih dan perasaan cemburu.
Ungkapan “seeing red” secara harfiah bisa diartikan isyarat kemarahan. Penjahat kambuhan, terpidana karena kejahatan kekerasan akan tampak benang aura merah..
Anak-anak yang agresif, mahasiswa laki-laki yang aktif dalam kegiatan olahraga keras ditemukan hubungan yang jelas antara wilayah merah aura dengan kebutuhan petualangan.

Aura negatif dan aura positif.
Cas negatif akan mempengaruhi raut wajah yang tidak berseri. Aura terbagi kepada dua iaitu positif dan negatif.
Aura bisa berpindah dari seorang kepada seorang yang lain, yang ada berhampiran. Jika kita berada disamping orang yang mempunyai banyak aura positif, aura positif dia akan pergi pada kita. Begitu juga sebaliknya. Jika kita ni negatif orangnya, kita akan bagi orang tu aura negatif kita. jadi, orang itu dapat aura negatif kita, kita pula dapat aura positif orang itu. Tapi kalau dua-dua positif, itu baguslah. Kita akan jadi bertambah positif. Kalau dua-dua negatif, bertambah negatiflah jadinya.

Sumber:  https://annatiandisayblog.wordpress.com/2013/05/30/arti-dari-aura-positif-dan-aura-negatif-serta-warna-aura/

Thursday, 2 February 2017

MENGUNGKAP FENOMENA SATU SURO

MENGUNGKAP FENOMENA SATU SURO


https://sabdalangit.files.wordpress.com/2011/11/file0344.jpg

Bissmillah teman-teman yang merasa di guna guna, di santet, di pelet, dll.... Insya Allah bisa merasakan rasa sakit cukup kuat mlm ini, krn jin jin dari guna guna yg berasal dari pusaka nya para dukun, sedang dijamasi, di sesaji kan, dicuci air kembang, diminyaki.... Nauzubillah... Ritual satu suro memandikan pusaka adalah perbuatan syirik. Rosul tidak pernah memberikan contoh. Karena perawatan pedang dan pusaka pusaka beliau hanya dengan mencuci dan mengasahnya agar terjaga ketajaman dan terhindar dari pengaruh karat. Meritualkan pusaka, menjamasi dengan air kembang, memberi sesaji, sama saja memberi makanan pada setan. Dan perbuatan itu dilaknat Allah.
Perbuatan itu yg membuat setan kuat.Tapi tanpa disadarinya....setan malah menyakiti yg memujanya. Hindarilah perbuatan Syirik, takutlah sama azab Allah, bukan takut pd budaya dan tradisi. Menghormati leluhur yg sebenarnya, adalah menghormati Rosul. Rosul lah leluhur kita yg sejati. Menghormati leluhur cukup dgn menghidupkan sunnah dan Shalawat kepada rosul.bukan menghidupkan tradisi klenik dan bkn shalawat pada pusaka dan khodamnya.

Sumber:  https://www.facebook.com/rumah.ghaib