SEJARAH OLAHRAGA PENCAK
SILAT DI INDONESIA
1
1. Zaman Prasejarah
Pada zaman prasejarah di Indonesia,
telah diciptakan cara membela diri sesuai dengan situasi dan kondisi
sekitarnya. Orang yang hidup di dekat hutan-hutan mempunyai cara membela diri
yang khas untuk menghadapi binatang yang buas yang ada di hutan. Bahkan mereka
juga menciptakan bela diri dengan meniru gerakan binatang tersebut, misalnya
meniru hewan harimau, ular, burung.
Orang-orang yang hidup di pegunungan
biasa berdiri, bergerak, berjalan dengan langkah kedudukan kaki yang kuat untuk
menjaga agar tidak mudah jatuh selama bergerak di tanah yang tidak rata.
Biasanya mnciptakan bela diri yang mempunyai cirri khas kuda-kuda yang kokoh
tidak hanya bergerak. Sedangkan gerakan tangan lebih lincah, banyak ragamnya
dan ampuh daya gunanya.
Penduduk yang hidup di daerah berawa,
tanah datar, padang rumput biasa berjalan bergegas, lari. Sehingga gerakan
kakinya menjadi lincah. Mereka menciptakan bela diri yang lebih banyak
memanfaatkan kaki sebagai alat bela diri. Akhirnya setiap daerah mempunyai bela
diri yang khas dan berbeda dengan daerah lainnya., sehingga timbullah aliran
bela diri beraneka ragam. Pertemuan antara penduduk daerah yang satu dengan
yang lainnya menyababkan terjadinya tukar mrnukar ilmu bela diri, sehingga
dapat meningkatkan mutu bela diri di setiap daerah.
2. Perkembangan Pencak Silat pada Zaman Penjajahan
2. Perkembangan Pencak Silat pada Zaman Penjajahan
Pada zaman penjajahan pencak silat
dipelajari dan dipergunakan baik oleh punggawa kerajaan, kesultanan, maupun
para pehuang, pahlawan yang berusaha melawan penjajah. Di kalangan para
pejuang, pencak silat diajarkan secara rahasia, sembunyi-sembunyi, karena kalau
diketahui oleh penjajah akan dilarang. Kaum penjajah khawatir bila kemahiran
pencak silat tersebut akhirnya digunakan untuk melawan mereka. Kekhawatiran
mereka memang beralasan, karena hamper semua pahlawan bangsa seperti Tjik di
Tiro, Imam bonjol, Fatahillah, Diponegoro, dan lain-lain adalah pendekar silat.
Perguruan-perguruan pencak silat
tumbuh tanpa diketahhui para penjajah, bahkan sebagian menjadi semacam
perkumpulan rahasia. Pencak silat dipelajari pula oleh kaum gerakan politik
termasuk beberapa organisasi kepanduan nasional. Secara diam-diam
prguruan-perguruan tersebut pencak silat berhasil memupuk kekuatan
kelompok-kelompok yang siap melawan penjajah sewaktu-waktu. Kaum pergerakan
yang ditangkap oleh penjajah dan dibuang, secara diam-diam pula, menyebarkan
ilmu pencak silat tersebut di tempat pembuangan. Pasukan Pembela Tanah Air yang
telah dikenal dengan nama PETA, juga mempelajari pencak silat dengan tekun.
Politik Jepang terhadap bangsa yang diduduki berlainan dengan politik Belanda. Pencak silat sebagai ilmu bela diri nasional, didorong dan dikembangkan untuk kepentingan Jepang sendiri, dengan mengobarkan pertahanan bersama menghadapi sekutu. Dimana-mana, karena anjuran Shimitzu diadakan pemusatan tenaga aliran pencak silat di seluruh Jawa, serentak didirikan gerakan pencak silat yang diatur oleh pemerintah di Jakarta, pada waktu itu tidak diciptakan oleh para Pembina pencak silat suatuolahraga berdasarkan pencak silat yang diusulkan untuk dipakai sebagai gerakan olahraga pada setiap pagi di sekolah-sekolah.
Politik Jepang terhadap bangsa yang diduduki berlainan dengan politik Belanda. Pencak silat sebagai ilmu bela diri nasional, didorong dan dikembangkan untuk kepentingan Jepang sendiri, dengan mengobarkan pertahanan bersama menghadapi sekutu. Dimana-mana, karena anjuran Shimitzu diadakan pemusatan tenaga aliran pencak silat di seluruh Jawa, serentak didirikan gerakan pencak silat yang diatur oleh pemerintah di Jakarta, pada waktu itu tidak diciptakan oleh para Pembina pencak silat suatuolahraga berdasarkan pencak silat yang diusulkan untuk dipakai sebagai gerakan olahraga pada setiap pagi di sekolah-sekolah.
Akan tetapi usul itu ditolak oleh
Shimitzu, karena khawatir akan mendesak Tahayo Jepang. Sekalipun Jepang
memberikan kesempatan kepada kita untuk menghidupkan unsure-unsur warisan
kebesaran kita, tujuannya adalah untuk mempergunakan semangat yang diduga akan
berkobar lagi untuk kepentingan Jepang, bukan untuk kepentingan nasional kita.
Namun haruslah kita akui bahwa keuntungan yang kita dapatkan dari zaman itu, kita
mulai insyaf lagi akan keharusan berusaha mengembalikan ilmu pencak silat dari
masyarakat.
Walaupun di masa penjajahan Belanda,
pencak silat tidak diberikan kesempatan untuk berkembang, tetapi masih banyak
para pemuda yang mempelajari dan mendalami melalui guru-guru dan pendekar
pencak silat, atau secara turun-temurun di lingkungan keluarga. Jiwa dan
semangat kebangkitan nasional, semenjak Budi Utomo didirikan mencari
unsur-unsur warisan budaya yang dapat dikembangkan sebagai identitas nasional,
para pelajar pada tahun duapuluhan atau bsebelumnya mendalami pencak silat,
ternyata di masa kemerdekaan telah terbentuklah wadah nasional pencak silat
Indonesia, pada tahun 1948.
3. Perkembangan Pencak Silat pada Zaman Kemerdekaan
3. Perkembangan Pencak Silat pada Zaman Kemerdekaan
Kemahiran ilmu bela diri pencak silat
yang dipupuk terus-menerus oleh bangsa Indonesia, akhirnya digunakan untuk
melawan penjajah secara gerilya ada zaman perang kemerdekaan.
Perguruan-perguruan pencak silat pada waktu perang, sibuk sekali mendidik,
menggembleng tentara dan rakyat. Pesantren-pesantren disamping mengajarkan
agama, juga meningkatkan pendidkan bela diri pencak silat. Perang fisik di
Surabaya melawan Sekutu, pada bulan November tahun 1945, banyak menampilkan
pejuang yang gagah berani.; Hasil didikan pencak silat dari pondok Tebu Ireng
Gontor dan Jamsaren.
Pondok pesantren dan
perguruan-perguruan pencak silat tersebut bukan hanya mengajarkan bela diri
pencak silat saja melainkan juga mengisi jiwa ara calon pejuang dengan semangat
juang patriotisme yang berkobar-kobar. Semangat juang demikianlah yang membuat
mereka tak mempunyai rasa takut sedikiypun dalam melawan penjajah tentara
sekutu yang mempunyai persenjataan yang lebih lengkap dan canggih, sehingga
akhirnya bangsa Indonesia dapat berhasil memenangkan perang kemerdekaan secara
gemilang.
Setelah Proklamasi kemerdekaan pada
tahun 1945, Belanda melancarkan dua kali agresi untuk menguasai kembali
Indonesia. Pencak silat kembali dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan
kemahiran putra-putri Indonesia guna menghadapi perang terhadap Belanda. Para
pemimpin bangsa Indonesia, dan para pendekar silat waktu itu, menyadari bahwa
pengajaran pencak silat berhasil memupuk semangat juang dan menggalang
persaudaraan yang erat.
Pada awal kemerdekaan kita, Belanda
berhasil memecah belah bangsa Indonesia dalam kelompok-kelompok kesukuan dengan
dibentuknya Negara-negara bagian. Bahkan kemudian terjadi pemberontakan politik
PKI di Madiun, dan Darul Islam atau DI/TII. Kemahiran pencak silat bangsa
Indonesia, digunakan kembali untuk menumpas pemberontakan. Bahkan untuk
menumpas DI/TII, digunakan cara pagar betis, yaitu pengepungan pemberontak oleh
tentara bersama dengan rakyat yang telah diajarkan kemahiran bela diri pencak
silat.
4. Sejarah Perkembangan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI)
4. Sejarah Perkembangan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI)
Menjelang Pekan Olahraga Nasional
yang pertama di Solo, para pendekar pencak silat berkumpul untuk membentuk
organisasi pencak silat. Pada tanggal 18 Mei 1948, dibentuklah organisasi
Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSSI), yang kemudian menjadi Ikatan
Pencak Silat Indonesia (IPSI). Persatuan para pendekar dalam organisasi IPSI
tersebut dimaksudkan untuk menggalang kembali semangat juang bangsa Indonesia,
yang sangat diperlukan dalam pembangunan. Yang lebih penting, pencak silat
dengan rasa persaudaraannya dapat memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa
Indonesia yang pada saat itu sedang terpecah belah.
IPSI berdiri pada tahun 1973 dengan
dipimpin oleh Mr. Wongsonegoro, Mariyun Sudirohadiprodjo, dan Rachmad
Surenogoro. Banyak regenerasi yang dilakukan oleh IPSI dan seminar yang salah
satunya dilaksanakan di Tugu Bogor pad tahun 1973.
Program olahraga bela diri pencak silat dtingkatkan dengan dilaksanakan program pertandingan olahraga pencak silat, dan dimasukkan dalam acara Pekan Olahrag Nasional (PON). Dengan seringnya kegiatan pertandingan olahraga pencak silat dtingkat-tingkat daerah maupun nasional, tersusun kembali kekuatan-kekuatan pencak silat yang selanjutnya membutuhkan program pembinaan yang terarah. Usaha-usaha pemerintah untuk menangani pencak silat akan lebih mendorong masyarakat untuk ikut melestarikan penak silat.
Program olahraga bela diri pencak silat dtingkatkan dengan dilaksanakan program pertandingan olahraga pencak silat, dan dimasukkan dalam acara Pekan Olahrag Nasional (PON). Dengan seringnya kegiatan pertandingan olahraga pencak silat dtingkat-tingkat daerah maupun nasional, tersusun kembali kekuatan-kekuatan pencak silat yang selanjutnya membutuhkan program pembinaan yang terarah. Usaha-usaha pemerintah untuk menangani pencak silat akan lebih mendorong masyarakat untuk ikut melestarikan penak silat.
Pada beberapa tahun terakhir pencak
silat memasuki kawasan internasional, baik dari perkembangan pencak silat di
negara-negara Eropa dan Amerika, maupun hubungan silaturahmi dengan bangsa
serumpun di kawasan Asia Tenggara.
Pada tahun 1980 terbentuklah Persekutuan Pencak Silat antar Bangsa (PERSILAT) yang didukung oleh Negara-negara Asean, ialah Indonesia, Malaysia, Singapura. Tanggal 1 Januari 1983 diadakan pertemuan di Singapura.
Pada bulan Juli 1985, PERSILAT memutuskan dan menetapkan peraturan-peraturan di bidang olahraga pencak silat meliputi :
1. Peraturan pertandinagn olahraga pencak silat.
2. Peraturan penyelenggaraan pertandingan olahraga pencak silat.
3. Pedoman teknik dan taktik pertandingan olahraga pencak silat.
4. Pedoman pelaksanaan tugas wasit dan juri olahraga pencak silat.
5. Pedoman kesehatan pertandingan olahraga pencak silat.
6. Ketentuan tentang peralatan dan kelengkapan pertandingan olahraga pencak silat, (PERSILAT, 1985).
Pada tahun 1980 terbentuklah Persekutuan Pencak Silat antar Bangsa (PERSILAT) yang didukung oleh Negara-negara Asean, ialah Indonesia, Malaysia, Singapura. Tanggal 1 Januari 1983 diadakan pertemuan di Singapura.
Pada bulan Juli 1985, PERSILAT memutuskan dan menetapkan peraturan-peraturan di bidang olahraga pencak silat meliputi :
1. Peraturan pertandinagn olahraga pencak silat.
2. Peraturan penyelenggaraan pertandingan olahraga pencak silat.
3. Pedoman teknik dan taktik pertandingan olahraga pencak silat.
4. Pedoman pelaksanaan tugas wasit dan juri olahraga pencak silat.
5. Pedoman kesehatan pertandingan olahraga pencak silat.
6. Ketentuan tentang peralatan dan kelengkapan pertandingan olahraga pencak silat, (PERSILAT, 1985).
Sumber: http://sportsciencecommunity.blogspot.co.id/2008/06/sejarah-pencak-silat-dan.html
http://sportsciencecommunity.blogspot.co.id/2008/06/sejarah-pencak-silat-dan.htmlhttps://www.google.com/search?q=gambar+olahraga+pencak+silat&client=firefox-b-ab&tbm=isch&imgil=s7PzLthgKx2y4M%253A%253BwTztHq8wKvao5M%253Bhttp%25253A%25252F%25252Fazulzulfikar.blogspot.com%25252Fp%25252Fpencak-silat.html&source=iu&pf=m&fir=s7PzLthgKx2y4M%253A%252CwTztHq8wKvao5M%252C_&usg=__85zpziHJKle9ZjUfr7OwtL8WEes%3D&biw=1366&bih=667&ved=0ahUKEwjm2rrx9_LRAhVLq48KHVihAe0QyjcINA&ei=cvKTWObZCsvWvgTYwoboDg#imgrc=s7PzLthgKx2y4M:
No comments:
Post a Comment